Dari Lampung ke NTT, Safari Jokowi Menguji Kekuatan Politik PSI Perjalanan Joko Widodo dari Lampung menuju Nusa Tenggara Timur bukan sekadar rangkaian pertemuan seorang mantan presiden dengan masyarakat. Kunjungan tersebut memperlihatkan perubahan peran Jokowi setelah meninggalkan Istana, dari pemegang kekuasaan eksekutif menjadi tokoh yang turun langsung membantu konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia.
Lampung menjadi daerah pembuka pada 26 sampai 28 Juni 2026. Sekitar satu bulan kemudian, Jokowi melanjutkan perjalanan ke NTT pada 31 Juli sampai 2 Agustus. Di kedua provinsi, agenda kemasyarakatan, kebudayaan, dan pertemuan dengan relawan disusun beriringan dengan kegiatan internal PSI.
Jokowi tidak lagi menyembunyikan kedekatannya dengan partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Saat berangkat ke Lampung, ia mengenakan kemeja dan topi berlogo PSI. Ia menyatakan ingin memberi motivasi kepada kader sekaligus mendorong penyelesaian struktur organisasi agar PSI memiliki mesin politik besar.
Perjalanan itu memperlihatkan bahwa Jokowi masih mempunyai agenda politik setelah masa jabatannya berakhir. Ia membawa popularitas pribadi, ingatan masyarakat terhadap proyek pemerintahannya, jaringan relawan, serta kemampuan menarik perhatian media ke dalam kerja konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.
Lampung Dipilih sebagai Panggung Pembuka
Pemilihan Lampung tidak dilakukan tanpa perhitungan. Provinsi tersebut menyimpan jejak pembangunan pada pemerintahan Jokowi, mulai dari jalan, bendungan, jaringan transportasi, hingga berbagai fasilitas publik. Kedekatan itu kemudian digunakan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan PSI kepada masyarakat.
Bestari Barus dari DPP PSI mengakui bahwa daerah yang masuk dalam rute perjalanan Jokowi mempunyai banyak proyek yang dikerjakan ketika ia menjabat presiden. Undangan dari tokoh masyarakat dan hubungan emosional dengan warga juga disebut sebagai pertimbangan.
Lampung turut dipilih karena struktur PSI di daerah tersebut dinilai lebih siap dibandingkan sejumlah wilayah lain. Saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kabupaten Mesuji, Jokowi menyebut kepengurusan partai di Lampung hampir selesai sampai tingkat desa.
Ia meminta struktur itu tidak berhenti sebagai daftar nama dalam dokumen. Pengurus diminta hadir dalam kehidupan masyarakat, mendatangi kegiatan warga, membantu persoalan sehari hari, serta membangun hubungan yang tidak hanya muncul menjelang pemilu.
Cara tersebut memperlihatkan strategi politik yang akrab dengan gaya Jokowi. Hubungan langsung dengan warga ditempatkan lebih tinggi daripada pidato ideologis yang panjang. Kader diminta hadir di acara pernikahan, kegiatan keagamaan, rumah duka, pertemuan kampung, dan ruang sosial lain yang membentuk kepercayaan pemilih.
Jokowi Terang Terangan Hadir untuk PSI
Di Mesuji, Jokowi menyatakan bahwa kecintaannya kepada masyarakat Lampung tetap terjaga. Setelah menyampaikan alasan tersebut, ia menambahkan bahwa kedatangannya juga ditujukan untuk PSI.
Pernyataan itu menjadi penegasan penting. Perjalanan Jokowi tidak dapat lagi dipisahkan dari kegiatan politik partai. Agenda masyarakat dan kebudayaan tetap ada, tetapi Rakorda, pertemuan kader, serta penguatan struktur menjadi bagian utama dari jadwalnya.
Selama tiga hari di Lampung, Jokowi menghadiri kegiatan di Mesuji, Tulang Bawang, Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Timur, dan sejumlah titik lain. Ia bertemu relawan, pelaku UMKM, tokoh adat, pimpinan pondok pesantren, serta kader PSI.
Jokowi juga menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung. Kegiatan adat tersebut memperluas citra kunjungan sehingga tidak terlihat hanya sebagai rapat partai. Ia ditempatkan sebagai mantan kepala negara yang masih diterima dalam ruang kebudayaan dan masyarakat daerah.
Pertemuan antara acara adat dan kegiatan politik memberi keuntungan bagi PSI. Partai memperoleh sorotan luas tanpa seluruh kegiatan harus menggunakan bentuk kampanye terbuka. Kehadiran Jokowi membuat acara lokal berubah menjadi perhatian nasional.
“Jokowi sedang memindahkan modal kepercayaan yang dibangun selama menjadi presiden menuju kendaraan politik baru. Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan PSI mengubah kerumunan menjadi organisasi dan suara.”
Efek Lampung Mulai Dihitung melalui Kartu Anggota
PSI Lampung mengklaim memperoleh tambahan sekitar 6.000 anggota ketika Jokowi berkunjung. Jumlah pemegang kartu anggota disebut meningkat dari sekitar 25.000 menjadi 31.200 orang pada pertengahan Juli 2026. Angka tersebut merupakan catatan internal partai dan masih perlu dibuktikan melalui aktivitas nyata para anggota di lapangan.
Penambahan kartu anggota memberi PSI alasan untuk menyebut perjalanan pertama berhasil. Namun, jumlah pendaftar tidak otomatis menghasilkan suara dengan angka yang sama. Sebagian orang dapat mendaftar karena ketertarikan sesaat, kedekatan dengan tokoh lokal, atau keinginan mengikuti kegiatan.
Tantangan sebenarnya berada pada kemampuan mempertahankan anggota sampai masa pemilu. Kepengurusan harus mengadakan kegiatan, menangani kebutuhan warga, melatih calon saksi, mencari figur legislatif, serta membangun pembiayaan organisasi.
Jokowi memahami persoalan tersebut. Karena itu, pesannya tidak berhenti pada pembentukan struktur. Ia berkali kali meminta pengurus membuat organisasi hidup dan bekerja.
Strategi ini menunjukkan bahwa safari politik dipakai sebagai pemicu. Jokowi menarik perhatian, sedangkan pengurus daerah bertugas mempertahankan hubungan setelah rombongan meninggalkan lokasi.
NTT Menawarkan Kedekatan Emosional yang Berbeda
Setelah Lampung, NTT dipilih sebagai tujuan berikutnya. PSI menyatakan daerah tersebut mempunyai kedekatan emosional dengan Jokowi karena banyak pembangunan dikerjakan selama pemerintahannya.
NTT juga dikenal sebagai wilayah yang memberikan dukungan kuat kepada Jokowi dalam dua pemilihan presiden. Hubungan tersebut menjadi modal yang dapat diaktifkan kembali ketika Jokowi hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai pemilihan daerah seperti NTT berhubungan dengan usaha membangkitkan kembali kedekatan masyarakat terhadap Jokowi. Hubungan dengan mantan presiden itu kemudian diharapkan berpindah menjadi dukungan kepada PSI. Penilaian tersebut merupakan analisis, bukan pernyataan resmi dari Jokowi.
NTT mempunyai nilai strategis lain bagi PSI. Partai tersebut telah mempunyai pijakan pemerintahan daerah melalui Wali Kota Kupang Christian Widodo, yang juga memimpin struktur PSI NTT. Kehadiran kepala daerah memberi partai jaringan birokrasi politik, kader lokal, serta figur yang sudah dikenal masyarakat.
Dengan susunan tersebut, NTT bukan sekadar lokasi yang menyimpan kenangan pemerintahan Jokowi. Provinsi itu menjadi tempat PSI dapat memperlihatkan bahwa partainya memiliki struktur dan tokoh daerah yang mampu menyambut agenda politik berskala besar.
Kedatangan di Kupang Dibungkus dengan Kegiatan Warga
Jokowi tiba di Kupang pada Jumat, 31 Juli 2026. Kedatangannya disambut kader, simpatisan, dan warga yang menunggu di sekitar bandara serta sepanjang jalur perjalanan. Ia membagikan kaus kepada masyarakat dari kendaraan yang membawanya.
Rangkaian kegiatan disusun agar Jokowi tidak hanya bertemu pengurus di dalam ruangan. Ia dijadwalkan menghadiri jalan santai di kawasan Jalan El Tari, Rakorda PSI Kota Kupang, serta Karnaval Gajah di kawasan Lahi Lai Bissi Kopan.
Jalan santai memberi ruang pertemuan yang terbuka dan tidak terlalu formal. Masyarakat dapat melihat, menyapa, dan berfoto tanpa harus menjadi peserta rapat partai. Setelah perhatian publik terkumpul, agenda dilanjutkan dengan kegiatan organisasi yang menyampaikan target politik secara lebih terang.
Karnaval Gajah menggunakan identitas baru PSI sebagai bagian dari acara kerakyatan. Gajah tidak hanya hadir sebagai lambang pada atribut partai, tetapi diposisikan dalam kegiatan budaya dan hiburan masyarakat.
Susunan tersebut menunjukkan bagaimana acara politik modern dibuat berlapis. Satu perjalanan dapat mengandung silaturahmi warga, promosi tokoh, penguatan simbol partai, konsolidasi pengurus, dan produksi materi media sosial sekaligus.
Target Besar 2029 Disampaikan di NTT
Dalam Rakorda PSI di Kupang pada 1 Agustus 2026, Jokowi menyatakan target partai tidak sekadar masuk ke Senayan. Ia berbicara mengenai kemenangan besar pada Pemilu 2029 dan meminta struktur partai diperkuat sampai tingkat paling bawah.
Jokowi juga menyebut seluruh kepengurusan DPW PSI telah terbentuk di Indonesia. Menurutnya, struktur fungsional dan pengurus yang bekerja di masyarakat menjadi syarat untuk mengejar hasil elektoral yang lebih tinggi.
Pernyataan tersebut melanjutkan pesan yang disampaikan di Lampung. Pada dua daerah, Jokowi tidak memberikan arahan yang sepenuhnya berbeda. Ia terus menekankan struktur, kedekatan dengan masyarakat, serta target yang lebih tinggi daripada sekadar melewati ambang batas parlemen.
Pengulangan pesan membuat perjalanan ini terlihat sebagai program konsolidasi nasional, bukan kunjungan spontan. Lampung dan NTT menjadi contoh awal sebelum Jokowi bergerak ke provinsi lain.
PSI membutuhkan program semacam itu karena gagal memperoleh kursi DPR pada Pemilu 2024. KPU menetapkan sepuluh partai tidak melewati ambang batas parlemen empat persen, termasuk PSI.
Jokowi Menjadi Penghubung antara PSI dan Pemilih Lama
PSI dipimpin Kaesang, tetapi perhatian terbesar dalam perjalanan daerah tetap tertuju kepada Jokowi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa mantan presiden menjadi sumber daya politik paling kuat yang dimiliki partai.
Jokowi mempunyai hubungan dengan kelompok pemilih yang jauh lebih luas daripada basis tradisional PSI. Ia dikenal oleh warga desa, pelaku usaha, kelompok keagamaan, komunitas adat, pegawai, petani, serta penerima program pemerintah.
PSI berusaha memanfaatkan hubungan itu untuk memperluas citranya. Partai yang sebelumnya banyak dikenal sebagai organisasi politik anak muda perkotaan ingin membangun struktur hingga desa dan lingkungan paling kecil.
Safari dari Lampung menuju NTT menjadi jembatan antara dua citra tersebut. Jokowi membawa gaya politik yang sederhana dan dekat dengan masyarakat, sedangkan PSI menyediakan organisasi, atribut, kader, dan target elektoral.
Namun, ketergantungan terlalu besar kepada satu tokoh juga membawa risiko. Kader lokal dapat kesulitan membangun nama sendiri apabila seluruh perhatian terus berpusat kepada Jokowi. Pemilih mungkin datang untuk melihat mantan presiden tanpa benar benar mengenal calon legislatif atau program PSI.
Kaesang Tetap Memegang Kendali Organisasi
Kehadiran Jokowi tidak menghapus posisi Kaesang sebagai ketua umum. Pembagian peran terlihat cukup jelas. Kaesang memimpin organisasi, mengatur kader, dan menjalankan keputusan partai, sementara Jokowi berfungsi sebagai penggerak perhatian serta pemberi arahan politik.
Di Lampung, Jokowi mengatakan akan bertemu Kaesang dan mengikuti agenda yang telah disusun bersama relawan serta PSI. Pernyataan itu menunjukkan perjalanan bukan kegiatan pribadi yang berdiri terpisah dari struktur partai.
Model semacam ini menguntungkan Kaesang karena ia memperoleh dukungan tokoh yang mempunyai popularitas nasional. Pada saat yang sama, ia harus membuktikan bahwa partai dapat bekerja saat Jokowi tidak berada di lokasi.
Kaesang juga perlu menjaga agar PSI tidak hanya dikenal sebagai partai keluarga. Penentuan calon, pembagian jabatan, kebijakan internal, dan proses pengambilan keputusan akan terus diperiksa oleh publik.
Safari Jokowi dapat membuka pintu dan memperkenalkan partai. Kualitas organisasi setelah kunjungan tetap berada dalam tanggung jawab ketua umum serta jajaran pengurus.
Hubungan dengan PDIP Memasuki Babak Terbuka
Perjalanan Jokowi bersama PSI ikut memperlihatkan jaraknya dengan PDI Perjuangan. Partai yang pernah menjadi rumah politik Jokowi kini berada di luar jalur kegiatan yang dibangunnya.
Respons dari sejumlah kader PDIP berbeda beda. Ketua DPR Puan Maharani menyatakan safari politik merupakan hak setiap warga negara dan meminta seluruh pihak menjaga suasana politik tetap kondusif.
Sikap lebih keras datang dari Ketua DPD PDIP NTT Yunus Takandewa. Ia mempertanyakan tujuan kunjungan Jokowi dan meminta mantan presiden itu lebih dahulu menyelesaikan persoalan yang sedang diperdebatkan terkait ijazahnya. Yunus juga menyatakan rakyat yang akan menentukan apakah PSI dapat memperkuat posisinya di NTT.
Perbedaan tanggapan menunjukkan bahwa safari tersebut dibaca sebagai pergerakan politik nyata. Bila hanya berupa kunjungan pribadi, partai lain tidak perlu memberi perhatian sebesar itu.
PSI berpotensi mengambil sebagian kelompok pemilih yang sebelumnya dekat dengan PDIP karena figur Jokowi. Persaingan akan lebih terasa di daerah yang pernah menjadi basis dukungan mantan presiden dan mempunyai jaringan relawan aktif.
Posisi Jokowi terhadap Pemerintahan Prabowo
Jokowi bergerak membantu PSI ketika putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjabat wakil presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Keadaan ini membuat setiap aktivitasnya dibaca tidak hanya dalam hubungan dengan PSI, tetapi juga dengan pemerintahan nasional.
Sejauh ini, safari daerah tidak disampaikan sebagai gerakan perlawanan terhadap pemerintah. Jokowi lebih banyak berbicara mengenai penguatan PSI, organisasi partai, dan target Pemilu 2029.
Kedekatan dengan pemerintahan Prabowo dapat memberi PSI posisi yang berbeda dari partai oposisi. Partai dapat mendukung pemerintah sambil membangun kekuatan sendiri untuk pemilu berikutnya.
Namun, batas antara aktivitas pribadi mantan presiden, kepentingan PSI, serta hubungan keluarga dengan wakil presiden akan terus diperhatikan. Masyarakat membutuhkan kejelasan agar perjalanan politik tidak dianggap memakai pengaruh jabatan negara yang masih dimiliki anggota keluarga.
Jokowi kini tidak mempunyai kewenangan formal dalam pemerintahan. Kekuatan yang dibawanya berasal dari reputasi, jaringan, dan hubungan politik yang dibangun selama lebih dari dua dekade.
Pemilihan Daerah Menunjukkan Strategi Berbasis Jejak Pemerintahan
Lampung dan NTT mempunyai kesamaan penting. Keduanya menjadi lokasi yang dapat dikaitkan dengan hasil pembangunan pada era Jokowi.
Di Lampung, Jokowi mengingatkan warga pada jalan dan fasilitas yang dikerjakan pemerintahannya. Di NTT, PSI menonjolkan kedekatan Jokowi dengan masyarakat serta proyek yang dibangun selama sepuluh tahun kepemimpinannya.
Cara tersebut memungkinkan Jokowi berkampanye tanpa harus menawarkan program pemerintahan baru. Ia cukup mengingatkan masyarakat pada pekerjaan yang pernah dilakukan dan menghubungkannya dengan partai yang kini didukungnya.
Strategi berbasis rekam kerja mempunyai kekuatan karena dapat dilihat secara fisik. Jalan, bendungan, pasar, pelabuhan, serta fasilitas publik menjadi pengingat yang tetap ada setelah seorang presiden turun dari jabatan.
Akan tetapi, masyarakat juga dapat menilai sisi yang belum selesai. Infrastruktur yang rusak, proyek yang tidak terawat, atau persoalan kesejahteraan dapat digunakan lawan politik untuk membantah klaim keberhasilan.
Kerumunan Belum Menjadi Jaminan Suara
Antusiasme warga di Lampung dan Kupang memberi gambar yang kuat untuk media. Orang berdesakan, meminta foto, menerima kaus, dan menyambut kendaraan yang membawa Jokowi.
Kerumunan menunjukkan bahwa Jokowi masih mempunyai daya tarik. Namun, pemilu ditentukan melalui pilihan di bilik suara, bukan jumlah warga yang hadir di tepi jalan.
Orang dapat datang karena rasa ingin tahu, penghormatan kepada mantan presiden, hiburan, atau kesempatan memperoleh cendera mata. Dukungan pribadi kepada Jokowi juga belum tentu berpindah kepada seluruh calon PSI.
Partai harus mengubah perhatian itu menjadi pengenalan program dan kepercayaan kepada kader. Pemilih perlu mengetahui apa yang diperjuangkan PSI di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, antikorupsi, perlindungan sosial, serta pembangunan daerah.
“Safari politik dapat menyalakan mesin, tetapi bahan bakarnya tetap berasal dari kerja kader. Tanpa tokoh lokal yang dipercaya dan program yang jelas, popularitas Jokowi hanya menghasilkan keramaian sementara.”
Perjalanan Berikutnya Akan Menjadi Ujian Konsistensi
Jokowi sebelumnya menyatakan kesediaannya mengunjungi 38 provinsi bersama PSI. Setelah Lampung dan NTT, Jawa Barat disebut masuk dalam daftar daerah berikutnya.
Jawa Barat menawarkan tantangan yang berbeda. Jumlah pemilihnya sangat besar, persaingan partai lebih padat, dan hubungan politik masyarakat tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan jejak pembangunan.
Setiap provinsi membutuhkan pendekatan tersendiri. Di Lampung, PSI menonjolkan struktur desa dan hasil kunjungan berupa penambahan anggota. Di NTT, partai mengandalkan kedekatan emosional, kepala daerah dari PSI, dan dukungan kuat masyarakat kepada Jokowi pada pemilu terdahulu.
Perjalanan berikutnya perlu menunjukkan apakah PSI mampu mempertahankan pola kerja yang sama tanpa kehilangan kekhasan daerah. Agenda tidak dapat hanya mengulang pidato mengenai struktur dan target besar.
Jokowi masih memiliki kemampuan mengundang perhatian nasional. Tugas PSI adalah memastikan setiap kunjungan meninggalkan kepengurusan yang aktif, calon politik yang dipercaya, basis data anggota yang sah, serta kegiatan warga yang terus berjalan setelah pesawat mantan presiden kembali menuju Solo.






