Rumor iPhone Flip memasuki babak yang semakin menarik menjelang agenda perangkat keras Apple pada September 2026. Setelah bertahun tahun hanya muncul melalui laporan analis dan rantai pasok, iPhone dengan layar lipat kini disebut telah bergerak jauh dari tahap konsep. Bahkan kode perangkat yang ditemukan dalam versi beta iOS 27 semakin memperkuat dugaan bahwa Apple sedang menyiapkan satu model baru di luar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Meski demikian, istilah iPhone Flip perlu dipahami secara hati hati. Apple sampai 13 Agustus 2026 belum mengumumkan produk dengan nama tersebut. Situs resmi perusahaan juga masih menampilkan keluarga iPhone 17 sebagai jajaran utama yang tersedia. Informasi terbaru justru mengarah pada nama iPhone Ultra, sedangkan bentuk perangkat dilaporkan menggunakan rancangan lipat seperti buku, bukan model clamshell kecil seperti Galaxy Z Flip.
Nama iPhone Flip Kemungkinan Tidak Akan Digunakan Apple
Sebutan iPhone Flip telah digunakan selama bertahun tahun oleh penggemar Apple untuk menyebut perangkat iPhone yang dapat dilipat. Nama tersebut semakin populer karena mudah dikaitkan dengan kategori smartphone lipat yang sudah lebih dahulu dikembangkan produsen Android.
Perkembangan terbaru justru membawa nama lain. MacRumors pada 12 Agustus 2026 melaporkan informasi bahwa perangkat lipat tersebut disebut sebagai iPhone Ultra di lingkungan Apple. Informasi itu memperkuat laporan sebelumnya yang menyebut Apple dapat menggunakan nama Ultra untuk menempatkan perangkat lipat di atas keluarga iPhone Pro.
Kode internal yang ditemukan dalam iOS 27 beta juga menarik perhatian. Sistem tersebut memuat identifikasi V68 yang dikaitkan dengan iPhone Ultra. Kode V68 sebenarnya bukan nama yang sepenuhnya baru karena Reuters pada 2024 telah melaporkan bahwa proyek iPhone lipat Apple menggunakan kode internal tersebut.
Kemunculan kode yang sama setelah dua tahun memberi indikasi bahwa proyek tersebut terus berkembang. Namun, nama komersialnya belum dapat dianggap final sebelum Apple memperkenalkannya secara resmi.
Menurut penulis, nama iPhone Ultra terasa lebih sesuai apabila Apple memang ingin menempatkan ponsel lipatnya sebagai produk paling premium. Sebutan tersebut memberi jarak yang jelas dari iPhone Pro Max sekaligus tidak membatasi desain perangkat pada bentuk flip vertikal.
Bentuknya Justru Seperti Buku, Bukan Galaxy Z Flip
Salah satu rumor terbesar yang berubah adalah bentuk perangkat. Banyak konsep iPhone Flip lama menggambarkan iPhone yang dapat dilipat secara vertikal sehingga ukurannya menjadi lebih kecil ketika dimasukkan ke dalam saku.
Informasi terbaru justru konsisten menunjuk pada rancangan bergaya buku. Perangkat mempunyai layar di bagian luar ketika tertutup dan layar jauh lebih besar ketika kedua sisinya dibuka. MacRumors memperkirakan layar luar berada pada kisaran 5,5 inci, sedangkan layar dalam sekitar 7,8 inci.
Dengan ukuran tersebut, perangkat akan berada lebih dekat dengan keluarga Samsung Galaxy Z Fold dibandingkan Galaxy Z Flip. Ketika tertutup, bentuknya tetap dapat digunakan seperti smartphone biasa. Ketika dibuka, pengguna memperoleh area tampilan yang mendekati tablet kecil.
Laporan Reuters sejak Juli 2024 juga menyebut proyek iPhone lipat Apple telah bergerak melewati tahap gagasan dan perusahaan mulai menghubungi pemasok Asia untuk memproduksi komponen. Perjalanan proyek tersebut kemudian berlanjut hingga pembicaraan mengenai produksi uji coba di Taiwan pada 2025.
Layar Dalam Sekitar 7,8 Inci Menjadi Daya Tarik Utama
Ukuran layar menjadi salah satu informasi yang paling konsisten dalam berbagai bocoran. Panel bagian dalam diperkirakan berada pada kisaran 7,7 sampai 7,8 inci, sedangkan panel luar berada di sekitar 5,3 sampai 5,5 inci.
Ukuran tersebut membuat layar utama mempunyai luas yang cukup untuk menampilkan dua aplikasi sekaligus. iOS 27 bahkan dikabarkan mendapatkan sejumlah penyesuaian untuk perangkat lipat, termasuk kemampuan menampilkan aplikasi secara berdampingan dengan pendekatan yang lebih dekat kepada multitasking iPad.
Rasio layar dalam juga disebut mendekati 4:3. Ketika dibuka, bentuk tersebut akan terasa lebih lebar dibandingkan smartphone biasa. Ruang tambahan dapat digunakan untuk video, dokumen, galeri foto ataupun antarmuka aplikasi yang memerlukan lebih banyak ruang horizontal.
Apple belum memberikan rincian mengenai refresh rate, tingkat kecerahan ataupun lapisan pelindung layar. Karena panel fleksibel mempunyai karakter berbeda dari layar iPhone biasa, bagian ini kemungkinan menjadi salah satu komponen yang mendapatkan perhatian besar sebelum produk dilepas ke pasar.
Garis Lipatan Layar Disebut Sangat Tipis
Bekas lipatan pada bagian tengah layar sejak lama menjadi salah satu persoalan utama smartphone lipat. Ketika perangkat dibuka, garis tersebut dapat terlihat dari sudut tertentu dan terkadang dapat dirasakan ketika jari bergerak melewatinya.
Rumor mengenai iPhone lipat berulang kali menyebut Apple ingin membuat garis tersebut seminimal mungkin. MacRumors menyebut perangkat akan menggunakan layar dengan lipatan yang sangat tipis sekaligus sistem engsel yang dirancang untuk menjaga tekanan pada panel.
Samsung Display disebut mempunyai peran penting sebagai pemasok panel. Apple selama ini memang menggunakan panel OLED Samsung pada sejumlah model iPhone, tetapi kebutuhan layar fleksibel memberi tantangan tambahan karena panel harus mampu dilipat ribuan kali sambil tetap mempertahankan kualitas tampilannya.
Persaingan juga semakin berat karena produsen Android terus memperbaiki teknologi tersebut. Galaxy Z Fold 8 yang hadir pada 2026 telah memperlihatkan pengurangan garis lipatan dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat standar perangkat lipat premium semakin tinggi ketika Apple akhirnya masuk ke kategori ini.
Bodinya Bisa Hanya Sekitar 4,5 Milimeter Saat Dibuka
Perangkat lipat memiliki persoalan lain yang tidak kalah rumit, yaitu ketebalan. Smartphone dengan dua bagian bodi dapat terasa sangat tebal ketika ditutup apabila setiap sisinya tidak dirancang secara ekstrem.
Rumor terbaru memperkirakan iPhone lipat memiliki ketebalan sekitar 4,5 milimeter ketika terbuka. Ketika perangkat ditutup, ketebalannya diperkirakan sekitar 9 sampai 9,5 milimeter.
Jika angka tersebut benar, Apple harus mengatur penempatan baterai, kamera, papan logika dan sistem pendinginan dalam ruang yang sangat sempit. Rangka perangkat disebut menggunakan kombinasi titanium dan aluminium. Titanium diperkirakan ditempatkan pada bagian yang membutuhkan kekuatan struktural lebih tinggi, sedangkan aluminium dapat digunakan untuk mengurangi bobot dan membantu pelepasan panas.
Desain seperti ini sekaligus menjelaskan mengapa iPhone Air yang diluncurkan Apple sebelumnya banyak dipandang sebagai salah satu latihan rekayasa menuju perangkat lipat. Reuters pada September 2025 mencatat bahwa desain iPhone Air yang sangat tipis dipandang sebagai langkah penting Apple sebelum memasuki kategori smartphone dengan bentuk baru.
Face ID Bisa Menghilang dan Touch ID Kembali
Salah satu rumor paling mengejutkan berkaitan dengan sistem biometrik. Perangkat lipat Apple disebut tidak menggunakan Face ID seperti iPhone premium saat ini.
Sebagai gantinya, Apple dikabarkan menempatkan Touch ID pada tombol daya di sisi perangkat. Pendekatan tersebut mirip dengan sistem yang digunakan pada beberapa model iPad.
Keputusan tersebut kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan ruang. Sistem Face ID membutuhkan beberapa komponen yang harus ditempatkan pada bagian depan perangkat. Menghilangkannya dapat memberikan lebih banyak ruang untuk layar dan membantu Apple mempertahankan bodi yang sangat tipis.
Touch ID sendiri bukan teknologi baru bagi Apple. Perbedaannya, pengguna iPhone kelas premium sudah lama terbiasa dengan Face ID. Apabila rumor tersebut benar, iPhone lipat akan menjadi salah satu perangkat Apple paling mahal sekaligus membawa kembali metode autentikasi sidik jari.
Menurut penulis, kembalinya Touch ID justru dapat menjadi salah satu ciri paling menarik dari iPhone lipat. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Apple mungkin bersedia mengubah kebiasaan desain iPhone selama bertahun tahun demi mendapatkan bodi tipis dan susunan komponen yang lebih efisien.
Kamera Belakang Hanya Dua, Tanpa Lensa Telephoto
Harga yang sangat tinggi tidak selalu berarti jumlah kamera paling banyak. Rumor iPhone lipat sejauh ini justru mengarah pada sistem kamera belakang yang lebih sederhana dibandingkan iPhone Pro Max.
Perangkat diperkirakan menggunakan dua kamera 48 megapiksel pada bagian belakang, terdiri atas kamera utama dan ultrawide. Kamera telephoto belum disebut menjadi bagian dari konfigurasi generasi pertama.
Selain kamera belakang, perangkat diperkirakan memiliki kamera untuk layar luar dan kamera untuk penggunaan ketika layar dalam terbuka. Salah satu laporan menyebut kamera di bawah layar dapat mencapai resolusi 24 megapiksel, meski susunan final masih belum diketahui.
Keputusan menggunakan dua kamera belakang dapat berkaitan dengan ruang internal. Modul telephoto membutuhkan area tambahan yang cukup besar, terlebih jika menggunakan mekanisme periscope. Pada perangkat dengan ketebalan sekitar 4,5 milimeter ketika terbuka, setiap milimeter ruang menjadi sangat berharga.
Apple perlu membagi ruang tersebut untuk engsel, dua panel layar, baterai, papan utama, kamera serta komponen konektivitas. Karena itu, kompromi pada kamera telephoto terlihat cukup masuk akal untuk produk generasi pertama.
Chip A20 Diperkirakan Menjadi Mesin Utama
Walaupun detail prosesor belum diumumkan, iPhone lipat diperkirakan hadir bersama generasi iPhone 18 Pro. Posisi tersebut membuat chip keluarga A20 menjadi kandidat terkuat sebagai mesin utamanya.
Perangkat juga disebut menggunakan modem seluler buatan Apple. Rumor sebelumnya menunjuk modem C2 sebagai komponen yang dipersiapkan untuk generasi terbaru. Penggunaan modem sendiri memungkinkan Apple semakin mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal untuk sejumlah komponen inti.
Kebutuhan performa pada perangkat lipat bisa berbeda dibandingkan iPhone konvensional. Layar 7,8 inci memberi ruang untuk menjalankan beberapa aplikasi bersamaan, sehingga pengelolaan RAM, GPU dan konsumsi energi menjadi sangat penting.
Apple juga harus memastikan perpindahan aplikasi dari layar luar menuju layar dalam berjalan mulus. Ketika perangkat dibuka, aplikasi idealnya dapat memperluas tampilan tanpa harus ditutup atau dimulai ulang.
iOS 27 Bisa Dibuat Khusus untuk Dua Ukuran Layar
Perangkat keras hanya menjadi separuh pekerjaan Apple. Tantangan berikutnya adalah membuat iOS mampu memanfaatkan layar lipat secara baik.
Rumor menyebut iOS 27 mendapatkan penyesuaian untuk perangkat tersebut. Salah satu kemampuan yang paling sering dibicarakan adalah tampilan beberapa aplikasi secara bersamaan serta elemen antarmuka yang berubah sesuai posisi layar.
Ketika perangkat ditutup, antarmukanya dapat menyerupai iPhone biasa pada layar sekitar 5,5 inci. Begitu perangkat dibuka, aplikasi dapat memperluas area tampilannya menuju panel 7,8 inci.
Perubahan tersebut membutuhkan dukungan pengembang. Aplikasi pihak ketiga harus mampu menyesuaikan posisi tombol, ukuran teks, video, keyboard dan berbagai elemen lain agar tidak sekadar terlihat seperti aplikasi iPhone yang diperbesar.
Kemunculan kode V68 dalam beta iOS 27 pada Agustus 2026 semakin menarik karena menghubungkan perangkat lunak yang sedang diuji dengan kode internal yang sebelumnya dikaitkan dengan perangkat lipat.
Harga Rumor iPhone Flip Bisa Melampaui 2.000 Dolar AS
Seluruh teknologi tersebut diperkirakan datang dengan harga yang sangat tinggi. Berbagai laporan menempatkan harga awal iPhone lipat di atas 2.000 dolar AS. Angka tertentu bahkan bergerak mendekati 2.500 dolar AS.
Banderol tersebut dapat membuat iPhone Ultra menjadi iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple. Posisi harganya juga akan berada jauh di atas model Pro biasa.
Biaya layar fleksibel, engsel presisi, rangka premium dan produksi dalam volume awal yang terbatas menjadi beberapa faktor yang dapat mendorong harga naik. Apple juga menghadapi tekanan kenaikan biaya memori dan komponen pada 2026. Reuters melaporkan kondisi pasokan tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan memprioritaskan perangkat kelas premium.
Harga resmi tentu baru diketahui ketika Apple melakukan pengumuman. Sampai saat ini perusahaan belum membuka halaman produk, spesifikasi ataupun informasi pemesanan untuk iPhone lipat.
September 2026 Semakin Kuat sebagai Waktu Perkenalan
Jadwal peluncuran menjadi bagian rumor yang terus berubah. Pada April 2026, Reuters melaporkan bahwa Apple menghadapi masalah dalam tahap pengujian teknik perangkat lipat. Dalam skenario terburuk, kondisi tersebut disebut dapat menunda produksi massal dan pengiriman selama beberapa bulan.
Namun laporan berikutnya kembali mengarah pada September 2026. MacRumors pada Agustus mencantumkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra sebagai tiga model yang diperkirakan hadir pada September. iPhone 18 reguler, iPhone 18e dan iPhone Air 2 justru disebut bergeser ke Maret 2027.
Reuters sebelumnya juga melaporkan Apple berencana memprioritaskan tiga model iPhone kelas atas pada paruh kedua 2026, termasuk perangkat lipat pertamanya. Laporan tersebut mengutip Nikkei Asia dan menyebut iPhone 18 reguler baru disiapkan untuk semester pertama 2027.
Tanggal acara Apple sendiri belum diumumkan secara resmi. Perkiraan saat ini menempatkan acara pada September, dengan kemungkinan penjualan dimulai beberapa hari atau beberapa pekan setelah pengumuman tergantung kesiapan produksi.
Produksi Awal Bisa Terbatas Saat Penjualan Dibuka
Walaupun diperkenalkan bersama iPhone 18 Pro, jumlah unit iPhone lipat pada periode awal kemungkinan tidak sebanyak iPhone reguler. Tantangan pembuatan layar fleksibel dan engsel membuat tingkat produksi perangkat semacam ini lebih sulit ditingkatkan dalam waktu singkat.
Apple bahkan dilaporkan mengeksplorasi produksi uji coba di Taiwan pada 2025 sebelum proses manufaktur dalam skala lebih besar dilakukan di India. Langkah tersebut ditujukan untuk menguji peralatan dan menyempurnakan proses produksi perangkat lipat.
Masalah teknik yang dilaporkan pada April 2026 juga menunjukkan bahwa Apple masih menghadapi pekerjaan besar untuk memenuhi standar produksinya.
Ming Chi Kuo kemudian dilaporkan memperkirakan tantangan manufaktur dapat membatasi jumlah unit awal. MacRumors pada Juli mencatat kemungkinan perangkat diperkenalkan setelah iPhone 18 Pro apabila produksi belum mencapai volume yang diinginkan.
Persaingan Sudah Menunggu Sebelum iPhone Lipat Hadir
Apple masuk ke kategori lipat ketika kompetitornya sudah mengembangkan teknologi tersebut selama beberapa generasi. Samsung, Honor, Google dan produsen China telah menggunakan berbagai desain layar, engsel dan sistem multitasking.
Samsung bahkan telah memasuki generasi Galaxy Z Fold 8 pada 2026. Produk tersebut menawarkan layar utama sekitar 7,6 inci dan layar luar 5,5 inci, ukuran yang sangat dekat dengan rumor perangkat Apple.
Posisi Apple karena itu cukup unik. Perusahaan tidak menjadi pembuat smartphone lipat pertama, tetapi memasuki kategori ketika persoalan dasar seperti ketebalan, garis lipatan dan daya tahan engsel sudah banyak diperbaiki oleh kompetitor.
Laporan industri yang dikutip MacRumors memperkirakan pengiriman smartphone lipat global tumbuh sekitar 20 persen pada 2026. Kehadiran perangkat Apple disebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap kategori tersebut.
Masih Banyak Detail iPhone Flip yang Belum Bisa Dipastikan
Meski bocoran semakin rinci, sejumlah informasi masih belum mendapatkan kepastian. Apple belum mengumumkan apakah produknya benar bernama iPhone Ultra, iPhone Fold atau menggunakan nama lain. Perusahaan juga belum mengonfirmasi ukuran layar, kapasitas baterai, kamera, Touch ID ataupun harganya.
Halaman perbandingan iPhone resmi Apple sampai 13 Agustus 2026 masih mencantumkan keluarga iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17e dan berbagai generasi sebelumnya tanpa perangkat lipat.
Kode V68 pada iOS 27 beta dan laporan rantai pasok membuat keberadaan proyek perangkat tersebut semakin sulit diabaikan, tetapi produk komersial tetap belum resmi sampai Apple memperkenalkannya.
Beberapa pekan menjelang September akan menjadi periode yang paling menarik untuk rumor iPhone Flip. Informasi yang beredar saat ini mengarah pada perangkat bergaya buku dengan layar dalam sekitar 7,8 inci, panel luar sekitar 5,5 inci, Touch ID pada tombol daya, dua kamera belakang, bodi sangat tipis serta harga di atas 2.000 dolar AS. Sementara nama iPhone Flip semakin terlihat hanya sebagai istilah populer, iPhone Ultra justru mulai muncul sebagai kandidat nama yang paling sering dikaitkan dengan ponsel lipat pertama Apple.






