Tempe mendoan bukan sekadar gorengan biasa. Di banyak daerah, terutama di wilayah Banyumas dan sekitarnya, tempe mendoan menjadi sajian khas yang punya tempat istimewa di hati masyarakat. Teksturnya yang lembut, balutan tepung tipis yang setengah matang, serta aroma daun bawang yang khas menjadikan mendoan berbeda dari tempe goreng pada umumnya.
Di tengah menjamurnya makanan modern dan camilan instan, tempe mendoan tetap bertahan sebagai primadona kuliner nusantara. Ia hadir di warung sederhana, pasar tradisional, hingga restoran yang mengusung konsep makanan lokal. Tidak sedikit orang yang menganggap tempe mendoan sebagai teman paling pas saat menikmati teh hangat di sore hari.
“Menurut saya, tempe mendoan itu sederhana tapi selalu berhasil bikin kangen. Rasanya hangat dan akrab.”
Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang tempe mendoan, mulai dari sejarah singkatnya, bahan yang digunakan, resep detail, teknik menggoreng yang tepat, hingga variasi penyajian yang bisa dicoba di rumah.
Asal Usul Tempe Mendoan dari Tanah Banyumas
Sebelum masuk ke resep, penting mengetahui asal muasal tempe mendoan. Kata mendoan berasal dari bahasa Banyumasan, yakni mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Nama ini menggambarkan teknik memasak tempe yang tidak digoreng hingga kering, melainkan dibiarkan tetap lembut di bagian dalam.
Awalnya berkembang di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Di sana, mendoan menjadi camilan favorit yang dijajakan di pasar atau warung kopi. Irisan tempe yang tipis dibalut adonan tepung berbumbu, lalu digoreng cepat dalam minyak panas.
Perbedaan utama antara mendoan dan tempe goreng biasa terletak pada ketebalan irisan dan durasi penggorengan. Mendoan cenderung tipis dan tidak digoreng terlalu lama sehingga teksturnya lebih empuk.
Bahan Utama yang Sederhana Namun Berkualitas
Kelezatan tempe mendoan terletak pada kesederhanaannya. Bahan bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan di dapur rumah tangga.
Bahan utama tentu saja tempe. Pilih tempe yang segar dengan tekstur padat dan aroma khas kedelai yang tidak menyengat. Tempe untuk mendoan biasanya dipotong tipis melebar.
Selain tempe, bahan adonan terdiri dari tepung terigu, sedikit tepung beras agar tekstur tidak terlalu berat, bawang putih yang dihaluskan, ketumbar, garam, serta irisan daun bawang. Air digunakan untuk melarutkan adonan hingga mencapai kekentalan yang pas.
“Saya selalu percaya kualitas tempe menentukan rasa akhir. Kalau tempenya segar, mendoan pasti lebih nikmat.”
Resep Tempe Mendoan yang Mudah Dipraktikkan
Sebelum membahas teknik, berikut resep lengkap tempe mendoan yang bisa dicoba di rumah.
Bahan bahan
Tempe tipis sekitar 10 hingga 15 lembar
150 gram tepung terigu
2 sendok makan tepung beras
2 siung bawang putih dihaluskan
1 sendok teh ketumbar bubuk
Garam secukupnya
Air secukupnya
2 batang daun bawang diiris tipis
Minyak goreng secukupnya
Cara membuat
Campurkan tepung terigu dan tepung beras dalam wadah.
Masukkan bawang putih halus, ketumbar, dan garam.
Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan cukup encer namun masih bisa melapisi tempe.
Masukkan irisan daun bawang ke dalam adonan.
Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
Celupkan tempe ke dalam adonan hingga terbalut rata.
Goreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga bagian luar matang namun tidak terlalu kering.
Angkat dan tiriskan.
Teknik menggoreng menjadi kunci utama. Jangan terlalu lama menggoreng karena mendoan harus tetap lembut di dalam.
Teknik Menggoreng Agar Tidak Terlalu Kering
Banyak orang gagal membuat mendoan karena terlalu lama menggorengnya. Padahal ciri khas mendoan adalah bagian luarnya matang tetapi dalamnya masih lembut.
Gunakan minyak yang cukup banyak agar tempe terendam sebagian dan matang merata. Api sebaiknya sedang agar adonan tidak cepat gosong.
Saat warna adonan berubah menjadi kuning keemasan, segera angkat. Jika digoreng terlalu lama, teksturnya akan kering dan kehilangan ciri khasnya.
“Menurut saya, mendoan paling enak dimakan saat masih hangat, ketika bagian dalamnya masih terasa lembut.”
Sambal Kecap Pendamping yang Tidak Terpisahkan
Hampir selalu disajikan dengan sambal kecap. Campuran kecap manis, irisan cabai rawit, bawang merah, dan sedikit perasan jeruk nipis menjadi pelengkap sempurna.
Rasa manis pedas dari sambal kecap berpadu dengan gurihnya tempe mendoan menciptakan keseimbangan rasa yang khas.
Beberapa orang juga menyukai tambahan petis atau sambal bawang sebagai variasi.
Variasi Tempe Mendoan Modern
Meski tradisional, tempe mendoan kini hadir dalam berbagai inovasi. Ada yang menambahkan keju di bagian dalam, mengganti daun bawang dengan seledri, atau menggunakan tepung berbumbu khusus.
Beberapa kafe bahkan menyajikan mendoan dengan saus kekinian seperti saus sambal pedas manis atau saus asam manis.
Namun bagi banyak orang, mendoan klasik tetap menjadi favorit.
Nilai Gizi dalam Seporsi Mendoan
Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati yang kaya manfaat. Kandungan serat dan protein dalam tempe cukup tinggi, menjadikannya pilihan camilan yang relatif mengenyangkan.
Meski digoreng, jika dikonsumsi dalam porsi wajar, mendoan tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Menggunakan minyak bersih dan tidak berulang kali dipakai juga penting untuk menjaga kualitas makanan.
Mendoan dalam Tradisi dan Kebersamaan
Di banyak daerah, tempe mendoan bukan hanya camilan tetapi juga simbol kebersamaan. Hidangan ini sering hadir saat acara keluarga, arisan, hingga pertemuan santai.
Suasana sore dengan sepiring mendoan hangat dan secangkir teh seolah menjadi gambaran sederhana kebahagiaan.
“Saya selalu merasa mendoan itu makanan yang menghangatkan suasana, bukan cuma perut.”
Membuktikan bahwa kekayaan kuliner nusantara tidak selalu rumit. Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, camilan tradisional ini mampu menghadirkan rasa autentik yang terus dicari lintas generasi.






