Hukum & Kriminal

Kasus Pemalsuan Data Tanah, Polres Sumenep Bidik Mantan Kades Kebunan

Sumenep, Topiknews.co.id – Dugaan pemalsuan surat atas tanah milik Asmawi warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep, yang dilakukan Abdurrahman, mantan Kades setempat dilaporkan ke Polres Sumenep terus bergulir.

Pasalnya, berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP-B/77/III/Res.1.9/2021/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tertanggal 30 Maret 2021, sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik.

Asmawi melalui Kuasa Hukumnya, Ach. Supyadi, SH., MH kepada media Topiknews.co.id mengungkapkan, bahwa penyidik telah memeriksa para saksi yang diajukan pelapor.

Bahkan, kata dia, penyidik juga melakukan penyitaan berkas yang diajukan sertipikat ke Badan Pertanahan Nasional Sumenep, serta memanggil saksi yang disebut terlapor.

“Saksi sudah diperiksa penyidik, berkas terlapor yang diajukan sertipikat ke BPN pun disita, semua saksi dipanggil, namun ada yang tidak hadir” terang Supyadi, Minggu (21/11).

Supyadi menjelaskan, perkembangan terakhir dari penyidik bakal melakukan kordinasi dengan pimpinan Polres untuk memanggil pihak BPN bagian pengukuran.

“Penyidik masih mau kordinasi dulu sama pimpinan di Polres agar bisa ngundang BPN bagian pengukuran” paparnya.

Sementara itu, mantan kades terlapor saat dikonfirmasi pewarta melalui telpon selularnya menjawab masih belum tahu perkembangannya.

“Manabi (jika) kasus yang diadukan Asmawi kan tanahnya sudah habis” ucap Abdurrahman seraya kasusnya sudah selesai.

Saat ditanya oleh media topiknews.co.id terkait apakah perkaranya tetap berlanjut apa tidak, terlapor menjawab : “tak oning (tidak tau)”.

Disinggung soal pengaruh ke Pilkades, terlapor menjawab tetap ada pengaruhnya. “Bede (ada) pengaruhnya sakoni’ (sedikit)” ungkapnya.

“Mon kaule (kalau saya) memang menyerobot dan memalsukan data kan kaule e okom (kan saya di hukum)” terangnya selaku terlapor.

Sebelumnya beredar kabar bahwa terdapat prahara kasus tanah milik masyarakat yang diduga dilakukan Abdurrahman mantan Kepala Desa Kebunan.

Diketahui hal tersebut, Asmawi warga setempat melaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen later C untuk tanah waris miliknya. (sn)

Related Articles

Back to top button